Minggu, 12 Juni 2016

Kegiatan Inisiasi Prototype Pendidikan Biologi


Tanggal 29 mei 2016 kami Fakultas FKIP Jurusan Pendidikan MIPA Prodi Pendidikan Biologi, telah melakukan acara Inisiasi Hutan Pembelajaran UM Metro yang dilakukan di hutan UM Metro Kampus 3 UM Metro. Ini adalah kegiatan kami.


Yang dulu hutan UM Metro digunakan sebagai jalan trek untuk sepeda motor, tetapi sekarang setelah dilakukan penanaman pohon, sekarang Hutan Pembelajaran Um Metro telah subur dan banyak pepohonan. Tidak hanya pepohonan saja melainkan buah-buahan kami tanam, agar suatu saat nanti buah tersebut dapat bermanfaat bagi kita.


Soo yang suka dengan kegiatan amal untuk memperbaiki bumi kita maka masuklah di Universitas Muhammadiyah Metro Program Study Pendidikan Biologi.


WELCOME TO PENDIDIKAN BIOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO :) :) :) :)

TUGAS MANDIRI PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK

TUGAS MANDIRI
JURNAL

MATA KULIAH                  : Perkembangan Peserta Didik
KODE/SKS                          : MBP 1202/2
KELAS/SEMESTER          : Biologi A/2
DOSEN                                : Nurlaila, S.Psi., M.Psi
                                                Triana Asih S.Pd., M.Pd
OLEH                                   : Puput Ajeng Mei Suri
NPM                                     : 15320033

A.    MATERI/TOPIK     : Perkembangan Sosial Masa Remaja

B.     JUDUL JURNAL     : Perilaku Sosial Anak Remaja Korban Broken Home Dalam Berbagai Perspektif
C.     ISI JURNAL :
Kata perilaku sosial yang dimaksudkan adalah berupa sikap dan perilaku anak dalam hubungannya dengan pihak pendidik (guru), dengan sesame temannya, dan juga dalam kaitan dengan aturan sekolah, dalam artian perilaku mereka bertentangan dengan aturan sekolah. Keluarga broken adalah keluarga yang tidak normal, tidak harmonis, selalu konflik atau selalu terjadi pertentangan antara suami istri, atau miss komunikasi antara suami dengan istri atau antara orang tua dengan anak, dan keluarga yang sudah bubar atau bercerai hidup antara kedua orang tuanya atau meninggal salah seorang orang tuanya. Perilaku – perilaku sosial anak – anak korban broken home Nampak jelas sangat mengganggu suasana kelas dan sangat – sangat mengganggu jalannya proses belajar mengajar. Bentuk – bentuk perilaku sosial korban broken home antara lain suka bicara ketika guru sedang menerangkan pelajaran, suka jalan – jalan dikelas dan mengganggu teman, serta baju dikeluarkan.
Penyebab timbulnya perilaku – perilaku sosial anak tidak muncul secara mendadak dan serta merta tanpa didahului oleh sebuah kondisi yang memengaruhi perilaku anak itu sendiri. Biasanya perilaku – perilaku anak seperti itu tidak pernah lepas dari pengaruh bentukkan dasar oleh kedua orang tuanya. Kondisi sosial dalam rumah tua yang buruk, dengan sendirinya akan terbentuk karakter buruk pada anak. Salah satu syarat yang paling penting, agar anak bias tumbuh dan berkembang dengan baik adalah adanya binaan yang baik dari keluarga yang utuh dan harmonis. Secara bahu membahu orang tua berusaha membentuk karakter, membekali anak dengan bekal ketauhidan dan akhlaq, bekal ilmu yang berkaitan dengan cara beribadah secara praktis, dan ajaran – ajaran Islam. Rumah tangga merupakan tempat peletakan batu pertama bagi seorang anak yaitu berupa keimanan dan ketaqwaan yang kokoh sebagai fundamen hidup. Jika orang tua menginginkan anak mereka agar bisa tumbuh dan berkembag secara baik dan normal, maka kedua orang tuanya harus terlebih dahulu menunjukkan sikap – sikap yang baik termasuk sikap sosial dalam berinteraksi. Apabila setiap rumah tangga sudah memulai membina anak – anaknya sesuai konsep – konsep keislaman, maka akan terwujud sebuah keluarga yang sakinah dan cikal bakal terbentuknya hubungan sosial yang lebih luas termasuk lingkungan sekolah, terlebih lagi lingkungan masyarakat yang sesuai dengan harapan agama. Rumah tangga yang broken (rusak), kacau, dan tidak utuh lagi, dapat memengaruhi perilaku sosial anak.


D.    REFLEKSI   :
Saya setuju tentang isi jurnal ini karena perilaku sosial anak yang bemasalah disebabkan oleh kesalahan para orang tuanya karena ketidaksiapan modal agama yang memadai dan iman yang lemah pada sebagian pasangan. Semua orang tua seyogyanya harus berperan aktif dalam membimbing, menuntun serta membekali anak – anaknya dengan berbagai macam metode. Mungkin tidak terlalu banyak pengaruhnya  menjadi sikap hidup anak, selama kedua orang tuanya belum mampu mengamalkannya, menunjukkan, dan menginternalisasikannya dalam kehidupan nyata dihadapan anak – anaknya dalam keseharian hidup keluarganya.
Sebagai seorang anak, harus mampu menyesuaikan dirinya dalam kehidupan sosial, dwmi kwhidupan bersama. Perkembangan sosial anak sangat ditentukan dan dipengaruhi oleh lingkungan hidupnya pertama atau dalam lingkungan dimana dia dibesarkan.

E.     KESIMPULAN        :
Perilaku sosial anak – anak yang bermasalah adalah dilatarbelakangi oleh factor keluarga yang broken. Bentuk – bentuk perilaku mereka antara lain suka bicara atau mengajak teman untuk bicara, suka jalan – jalan dikelas atau sebentar – bentar minta ijin keluar ke kamar kecil, tidak open dengan pelajaran, tidak sopan dengan guru, tidak mengerjakan tugas – tugas dan tidak ada keinginan untuk belajar, orangnya suka caper, berpenampilan aneh seperti rambut jabrik dan ngecat rambut mirip – mirip anak punk, pakaiannya suka melanggar aturan sekolah, suka mengganggu temannya, ada juga anak yang berubah dari keadaannya yang ceria berubah menjadi pemurung dan pendiam, yang semula ada semangat belajar lalu berubah menjadi pemalas, semula anaknya patuh dan penurut lalu berubah menjadi pembangkang dan bahkan ada yang melawan serta berbicara kasar. Perilaku sosial anak yang broken home dirasakan sangat mengganggu suasana kelas, sangat mengganggu proses belajar mengajar, karena perilaku – perilaku mereka membuat guru dan murid lainnya merasa tidak nyaman, bahkan sangat mengganggu ketenangan semua pihak.



F.     KOMENTAR PENGAMPU MATA KULIAH    :

…………………………………………..………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………....                                                 

Metro,     April 2016
Pengampu  1                                                                                       Pengampu  2


SITI NURLAILA, S.Psi., M.Psi.                                                       TRIANA ASIH, S.Pd., M.Pd

Penulis,

Puput Ajeng Mei Suri