TUGAS MANDIRI
JURNAL
MATA
KULIAH : Perkembangan
Peserta Didik
KODE/SKS :
MBP 1202/2
KELAS/SEMESTER : Biologi A/2
DOSEN : Nurlaila,
S.Psi., M.Psi
Triana Asih S.Pd., M.Pd
OLEH : Puput Ajeng Mei Suri
NPM : 15320033
A. MATERI/TOPIK : Perkembangan Sosial Masa Remaja
B. JUDUL JURNAL : Perilaku Sosial Anak Remaja Korban Broken Home Dalam Berbagai
Perspektif
C.
ISI
JURNAL :
Kata
perilaku sosial yang dimaksudkan
adalah berupa sikap dan perilaku anak dalam hubungannya dengan pihak pendidik
(guru), dengan sesame temannya, dan juga dalam kaitan dengan aturan sekolah,
dalam artian perilaku mereka bertentangan dengan aturan sekolah. Keluarga broken adalah keluarga yang tidak
normal, tidak harmonis, selalu konflik atau selalu terjadi pertentangan antara
suami istri, atau miss komunikasi antara suami dengan istri atau antara orang
tua dengan anak, dan keluarga yang sudah bubar atau bercerai hidup antara kedua
orang tuanya atau meninggal salah seorang orang tuanya. Perilaku – perilaku
sosial anak – anak korban broken home Nampak
jelas sangat mengganggu suasana kelas dan sangat – sangat mengganggu jalannya
proses belajar mengajar. Bentuk – bentuk perilaku sosial korban broken home antara lain suka bicara
ketika guru sedang menerangkan pelajaran, suka jalan – jalan dikelas dan
mengganggu teman, serta baju dikeluarkan.
Penyebab
timbulnya perilaku – perilaku sosial anak tidak muncul secara mendadak dan serta
merta tanpa didahului oleh sebuah kondisi yang memengaruhi perilaku anak itu
sendiri. Biasanya perilaku – perilaku anak seperti itu tidak pernah lepas dari
pengaruh bentukkan dasar oleh kedua orang tuanya. Kondisi sosial dalam rumah
tua yang buruk, dengan sendirinya akan terbentuk karakter buruk pada anak.
Salah satu syarat yang paling penting, agar anak bias tumbuh dan berkembang
dengan baik adalah adanya binaan yang baik dari keluarga yang utuh dan
harmonis. Secara bahu membahu orang tua berusaha membentuk karakter, membekali
anak dengan bekal ketauhidan dan akhlaq, bekal ilmu yang berkaitan dengan cara
beribadah secara praktis, dan ajaran – ajaran Islam. Rumah tangga merupakan
tempat peletakan batu pertama bagi seorang anak yaitu berupa keimanan dan ketaqwaan
yang kokoh sebagai fundamen hidup. Jika orang tua menginginkan anak mereka agar
bisa tumbuh dan berkembag secara baik dan normal, maka kedua orang tuanya harus
terlebih dahulu menunjukkan sikap – sikap yang baik termasuk sikap sosial dalam
berinteraksi. Apabila setiap rumah tangga sudah memulai membina anak – anaknya
sesuai konsep – konsep keislaman, maka akan terwujud sebuah keluarga yang
sakinah dan cikal bakal terbentuknya hubungan sosial yang lebih luas termasuk
lingkungan sekolah, terlebih lagi lingkungan masyarakat yang sesuai dengan
harapan agama. Rumah tangga yang broken (rusak), kacau, dan tidak utuh lagi,
dapat memengaruhi perilaku sosial anak.
D.
REFLEKSI :
Saya setuju tentang isi jurnal ini karena perilaku
sosial anak yang bemasalah disebabkan oleh kesalahan para orang tuanya karena
ketidaksiapan modal agama yang memadai dan iman yang lemah pada sebagian
pasangan. Semua orang tua seyogyanya harus berperan aktif dalam membimbing,
menuntun serta membekali anak – anaknya dengan berbagai macam metode. Mungkin
tidak terlalu banyak pengaruhnya menjadi
sikap hidup anak, selama kedua orang tuanya belum mampu mengamalkannya, menunjukkan,
dan menginternalisasikannya dalam kehidupan nyata dihadapan anak – anaknya
dalam keseharian hidup keluarganya.
Sebagai seorang anak, harus mampu menyesuaikan
dirinya dalam kehidupan sosial, dwmi kwhidupan bersama. Perkembangan sosial
anak sangat ditentukan dan dipengaruhi oleh lingkungan hidupnya pertama atau
dalam lingkungan dimana dia dibesarkan.
E. KESIMPULAN :
Perilaku
sosial anak – anak yang bermasalah adalah dilatarbelakangi oleh factor keluarga
yang broken. Bentuk – bentuk perilaku mereka antara lain suka bicara atau
mengajak teman untuk bicara, suka jalan – jalan dikelas atau sebentar – bentar
minta ijin keluar ke kamar kecil, tidak open dengan pelajaran, tidak sopan
dengan guru, tidak mengerjakan tugas – tugas dan tidak ada keinginan untuk
belajar, orangnya suka caper, berpenampilan aneh seperti rambut jabrik dan
ngecat rambut mirip – mirip anak punk, pakaiannya suka melanggar aturan
sekolah, suka mengganggu temannya, ada juga anak yang berubah dari keadaannya
yang ceria berubah menjadi pemurung dan pendiam, yang semula ada semangat
belajar lalu berubah menjadi pemalas, semula anaknya patuh dan penurut lalu berubah
menjadi pembangkang dan bahkan ada yang melawan serta berbicara kasar. Perilaku
sosial anak yang broken home dirasakan sangat mengganggu suasana kelas, sangat
mengganggu proses belajar mengajar, karena perilaku – perilaku mereka membuat
guru dan murid lainnya merasa tidak nyaman, bahkan sangat mengganggu ketenangan
semua pihak.
F. KOMENTAR PENGAMPU MATA KULIAH :
…………………………………………..………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………....
Metro, April
2016
Pengampu 1 Pengampu 2
SITI NURLAILA, S.Psi.,
M.Psi. TRIANA
ASIH, S.Pd., M.Pd
Penulis,
Puput
Ajeng Mei Suri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar